Pesanan sudah mulai masuk dari marketplace. Produk juga rutin dipromosikan melalui Instagram atau WhatsApp. Lalu, apakah bisnis masih perlu memiliki website toko sendiri?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan kesiapan bisnis. Website toko bisa membantu kamu memperkenalkan brand, menyajikan informasi produk, dan memberi pelanggan tempat untuk berbelanja langsung. Namun, website juga membutuhkan pengelolaan dan upaya untuk mendatangkan pengunjung.
Kamu bisa menjalankan website dan marketplace secara bersamaan. Masing-masing memiliki peran dalam perjalanan bisnis.
Marketplace dan website toko bisa saling melengkapi
Marketplace menyediakan tempat untuk menawarkan produk kepada orang yang berbelanja di platform tersebut. Website toko memberikan ruang khusus untuk memperkenalkan bisnis dan menjual produk dengan identitas brand kamu.
Misalnya, pelanggan pertama kali menemukan produkmu di marketplace. Ketika ingin mengenal brand lebih jauh, mereka bisa mengunjungi website untuk melihat katalog, membaca informasi produk, atau menghubungi toko.
Sebaliknya, orang yang menemukan brand melalui Instagram juga bisa diarahkan ke website untuk menjelajahi produk yang tersedia.
Dengan beberapa channel yang saling mendukung, kamu memiliki lebih banyak pilihan untuk menjangkau dan melayani pelanggan.
Apa manfaat memiliki website toko sendiri?
1. Menampilkan identitas brand dengan lebih jelas
Di website toko, kamu bisa mengatur tampilan, warna, banner, dan penyajian katalog agar sesuai dengan karakter bisnis.
Kamu juga bisa menyediakan halaman tentang toko, informasi kontak, serta kebijakan pengiriman dan retur. Informasi ini membantu pengunjung memahami siapa yang menjual produk dan bagaimana toko melayani pembelinya.
Domain sendiri, seperti namatoko.id, dapat menjadi alamat yang konsisten untuk dicantumkan di profil media sosial, kemasan, kartu nama, dan materi promosi.
2. Memberikan informasi produk yang lebih lengkap
Ada produk yang membutuhkan penjelasan sebelum dibeli. Contohnya bahan bangunan, perlengkapan elektronik, atau produk dengan banyak ukuran dan varian.
Website dapat menjadi tempat untuk menyajikan spesifikasi, panduan memilih, cara penggunaan, dan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan.
Untuk toko bahan bangunan, misalnya, informasi tentang ukuran, bahan, kebutuhan pemasangan, serta berat produk dapat membantu pembeli menentukan pilihan sebelum menghubungi toko.
3. Memudahkan pelanggan menjelajahi katalog
Mengirim foto dan harga satu per satu melalui chat bisa menyita waktu, terutama ketika jumlah produk bertambah.
Dengan katalog di website, pelanggan dapat melihat produk, memilih varian, dan memeriksa informasi yang tersedia terlebih dahulu. Percakapan dengan toko kemudian bisa difokuskan pada pertanyaan yang lebih spesifik.
Agar manfaat ini terasa, pastikan harga, stok, dan deskripsi produk diperbarui secara rutin.
4. Menyediakan tujuan yang jelas untuk promosi
Ketika mempromosikan produk di media sosial, kamu membutuhkan tempat untuk mengarahkan calon pembeli.
Website memungkinkan kamu membagikan tautan langsung ke halaman produk. Pengunjung tidak perlu mencari ulang produk yang baru mereka lihat di konten promosi.
Tautan tersebut juga dapat dicantumkan dalam pesan WhatsApp, email kepada pelanggan yang bersedia menerima informasi, atau kode QR pada materi promosi.
Website tidak otomatis mendatangkan pembeli
Membuat website adalah langkah awal. Setelah website tersedia, kamu tetap perlu memperkenalkannya kepada calon pelanggan.
Kamu dapat memulainya dari channel yang sudah digunakan: menambahkan alamat website di profil media sosial, membagikan tautan produk pada konten yang relevan, atau mengenalkan katalog kepada pelanggan yang bertanya melalui chat.
Perhatikan juga pengalaman pengunjung setelah mereka masuk. Apakah informasi produk mudah dipahami? Apakah tampilan nyaman digunakan di ponsel? Apakah proses pembelian dan biaya pengiriman cukup jelas?
Website akan lebih berguna ketika pengunjung bisa menemukan informasi dan menyelesaikan kebutuhan mereka dengan mudah.
Kapan sebaiknya mulai membuat website toko?
Website mulai layak dipertimbangkan ketika:
Kamu ingin membangun identitas brand yang lebih konsisten.
Pelanggan sering meminta katalog atau informasi produk melalui chat.
Kamu sudah aktif melakukan promosi di media sosial.
Produk membutuhkan penjelasan yang cukup detail.
Kamu siap memperbarui katalog dan menangani pesanan secara rutin.
Tidak harus menunggu jumlah produk menjadi banyak. Kamu bisa memulai dengan katalog kecil yang informasinya lengkap dan mudah dikelola.
Jika produk, harga, atau alur pengiriman masih sering berubah, rapikan hal-hal tersebut terlebih dahulu agar informasi di website tidak membingungkan pelanggan.
Apa yang perlu disiapkan?
Sebelum membuka website toko, siapkan kebutuhan dasarnya:
Identitas toko: nama, logo, deskripsi singkat, dan kontak.
Informasi produk: foto, harga, stok, varian, deskripsi, berat, dan dimensi jika diperlukan.
Pembayaran dan pengiriman: pilihan yang akan tersedia bagi pembeli.
Kebijakan toko: ketentuan pemesanan, pengiriman, serta pengajuan retur.
Rencana promosi: dari mana calon pembeli akan menemukan website kamu.
Hitung juga biaya pengelolaannya, termasuk paket layanan, domain, biaya transaksi yang berlaku, dan promosi. Sesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan bisnis saat ini.
Mulai dari toko yang sederhana dan siap digunakan
Website toko tidak perlu langsung memiliki banyak halaman. Prioritaskan katalog yang rapi, informasi yang jelas, dan proses pembelian yang mudah diikuti.
Melalui Ckout, kamu dapat mulai menyiapkan tampilan toko, menambahkan produk, serta mengatur pembayaran dan pengiriman. Setelah kebutuhan dasarnya siap, periksa pengalaman belanja dari ponsel sebelum memperkenalkan toko kepada pelanggan.
Siap menyiapkan website untuk brand kamu? Mulai buat toko di Ckout dan lengkapi katalog pertamamu.